Filosofi Bunga Plastik

bunga plastik

Dulu waktu saya pertama kali jatuh cinta, saya sempat bingung bagaimana cara melakukan pendekatan kepada cewek yang saya suka. Tapi untungnya saya punya teman yang lebih berpengalaman dalam soal cinta-cintaan.

Dari dia saya tahu bagaimana cara melakukan pendekatan kepada cewek yang kita suka. Dia bilang, cewek suka dengan cowok perhatian. Terus dia juga bilang kalau cewek paling suka kalau di kasih coklat sama bunga.

Walaupun waktu itu saya masih bodoh soal cinta-cintaan tapi saya bukan termasuk orang yang suka menelan mentah-mentah kata-kata seseorang. Walaupun dia teman dekat saya sendiri. Bisa saja dia sedang ngerjain kita karena pada dasarnya teman dekat memang kebanyakan suka usil.

Misalnya saat dia bilang kalau cewek suka coklat. Saya langsung terfikir, memang benar ya kalau cewek suka coklat? Dari FTV yang sering saya lihat, cewek selalu senang kalau di beri coklat. Lah, itukan dalam FTV, sedangkan saya hidup di dunia nyata. Terkadang, ada beberapa adegan kehidupan yang cuma ada di FTV. Kalau di dunia nyata mah boro-boro. Misalnya, adegan tabrakan yang ujung-ujungnya jadi saling jatuh cinta. Kemaren saya tabrakan dengan seseorang sampai minuman nya tumpah. Eh, boro-boro saling jatuh cinta, saya malah di omelin. Iya, iyalah yang saya tabrak itu cowok.

Menurut pengetahuan saya waktu itu, cewek paling nggak suka badan nya gendut, lah coklat kan bisa bikin gendut. Jadi saya sanksi mau melakukan pendekatan terhadap cewek yang saya suka dengan cara memberinya coklat. Tapi teman saya berhasil meyakinkan dengan kalimat ini “Santai, cewek itu makhluk yang paling tidak bisa di tebak, bilangnya tak mau gendut tapi hobi nya makan. Random banget kan?”

Saya fikir benar juga yang teman saya bilang waktu itu.

Masalah coklat sudah clear. Sekarang tinggal masalah bunga. Teman saya bilang kalau cewek juga paling suka kalau di kasih bunga. Saya bingung mau kasih bunga apaan? Bunga asli apa bunga plastik? Waktu itu teman saya menyarankan kasih bunga plastik saja.

Walaupun saya tidak berpengalaman dalam melakukan pendekatan kepada cewek yang saya suka, saran dari teman saya tersebut langsung saya tolak mentah-mentah.

Masak iya kasih bunga plastik pada orang yang saya suka. Bisa-bisa saat saya kasih bunga plastik, cewek yang saya suka tersebut langsung bilang “Apaan nih bunga plastik? Palsu dan murahan. Jangan-jangan kamu deketin aku hanya untuk menawarkan cinta kamu yang palsu dan murahan. Ihhh, amit-amit”. Terus kemudian bunga plastik tersebut di lemparkan ke muka saya seperti adegan yang ada di FTV.

Iya, adegan di FTV kadang-kadang suka bikin saya berfikir kejauhan.

Tapi sekali lagi teman saya berhasil menyakinkan saya. Dia bilang kalau bunga plastik itu punya filosofi. Bunga plastik itu lebih abadi dan setia dari pada bunga asli yang bagus dilihat hanya beberapa hari, terus kering dan dibuang karena tak bagus lagi. SYUPEERRR…

Waktu itu saya bilang dalam hati “Anjir… Kok teman saya bisa bijak begini? Jangan-jangan dia kesurupan Mario Teguh”.

Berbekal saran dari teman saya tersebut, saya langsung cari informasi dimana tempat jual bunga plastik yang bagus. Tapi belum sempat saya kasih bunga plastik sama cewek yang saya suka, saya dapat info dari teman saya kalau cewek tersebut sudah jadian sama cowok lain.

NANGIS DI POJOKAN.
Cinta itu tak perlu banyak teori, ikuti kata hatimu sendiri. Itu kira-kira pesan yang bisa di tangkap dari tulisan singkat ini.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Filosofi Bunga Plastik"

Posting Komentar

Silahkan berkomentar terkait tulisan di atas dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Mohon tidak menyisipkan link hidup di dalam kotak komentar. Terima kasih!