Sedikit cerita tentang manusia biasa yang terlalu banyak bercanda, terlalu banyak berpikir dan terlalu sering berharap saldo ATM ikut bahagia.
Dahulu kala, di sebuah kampung bernama Pematang Duku, hiduplah sepasang suami istri. Mereka mempunyai seorang anak yang bernama Muhammad Hatim Al Firouz. Menurut penuturan orang kampung, Al Firouz terlahir dengan tubuh yang memancarkan cahaya. Banyak orang pintar (entah pintar Fisika atau Kimia) yang meyakini bahwa di masa depan Al Firouz akan menjadi ksatria tanpa tandingan. Lebih kuat dari Bima dan lebih gagah dari Arjuna.
Bagaimana dongeng di atas? Lumayankan? Lumayan LEBAY maksudnya 😅
Nama saya Muhammad Hatim Al Firouz. Tapi jujur saya lebih pede dipanggil Al Firouz daripada Hatim. Bukannya tanpa alasan. Hatim itu nama pangeran sekaligus pejuang dari Yaman. Sedangkan saya? Saya hanya lelaki biasa yang sampai saat ini masih menjadi kandidat paling kuat calon suaminya Prilly Latuconsina.
Mungkin saya akan pede dipanggil Hatim kalau Prilly bilang: “Kamu bisa kok jadi seorang pejuang dengan cara memperjuangkan cinta kita berdua. Kalau berhasil, kamu pantas jadi pangeran dihati aku 😁"
Muhammad Hatim Al Firouz
Hatim Halilintar *ashiappp
Kadang di panggil Hatim, kadang di panggil Firouz. Tapi belum ada yang panggil suamiku
Pangeran Bongan *yang ngasi julukan nggak niat banget
Sama dengan zodiak nya Afgan Syahreza atau Raisa Andriana
Stalking Mantan *namanya juga pengabdi mantan
Jadi ayah dari anak-anak kecil yang kelak akan memanggilmu dengan sebutan IBU
Hitam atau putih *terkesan seksi dan sedikit nakal
Apa saja. Yang penting enak, halal dan gratis *anak kost akhir bulan detected
Apa saja. Yang penting halal, manis dan bukan air mata di hari persandinganmu
Shigeo Tokuda. Dari beliau saya belajar bahwa kalau nggak bisa sukses di usia muda, jangan menyerah. Mungkin suksesmu di usia tua
Film-film yang di perankan oleh Meguri Fujiura, Hana Haruna atau Uno Kanaya
Kadang, saya merasa hidup bergerak terlalu cepat. Banyak hal lewat begitu saja tanpa sempat saya pikirkan. Mungkin itu sebabnya saya ingin menulis — untuk berhenti sebentar dan melihat semuanya dengan lebih pelan.
Rabu, 13 Agustus 2014. Blog ini saya buat karena saya ingin punya tempat untuk menuliskan cerita dan pemikiran saya. Hal-hal kecil yang biasanya hanya lewat begitu saja di kepala. Entah itu pengalaman sehari-hari, opini spontan atau kejadian random yang saya temui.
Saya bukan penulis profesional. Saya hanya ingin jujur. Menulis apa adanya. Tidak sempurna, tapi nyata.
Semoga blog ini bisa menjadi perjalanan panjang yang menyenangkan. Untuk saya yang menulis dan untuk kamu yang membaca. Terima kasih sudah mampir.
Blogger • Youtuber • Affiliator