Lembar Persembahan Skripsi Paling Romantis
Sudah pernah baca isi Lembar Persembahan Skripsi saya? Kalau belum, iya nggak apa-apa sih 😆
Butuh waktu 12 tahun untuk saya melanjutkan kuliah dari D3 ke S1. Saya tamat D3 Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2012. Dan baru bisa melanjutkan S1 Jurusan Teknik Informatika Universitas Hang Tuah Pekanbaru tahun 2024 yang lalu.
Mungkin karena lamanya waktu yang saya butuhkan untuk mengumpulkan niat, waktu dan juga uang biar bisa mendapatkan gelar sarjana inilah yang membuat saya selalu melakukan yang terbaik dalam menjalani setiap prosesnya. Hitung-hitung agar perjalanan menjadi seorang Sarjana Komputer (S.Kom) ini menjadi lebih berkesan di hidup saya.
Salah satunya ketika menyusun laporan skripsi beberapa waktu yang lalu. Walaupun judul dan aplikasi yang saya buat tergolong sederhana, tapi saya tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik. Termasuk isi Lembar Persembahan Skripsi. Iya, ketika teman-teman yang lain membuat Lembar Persembahan Skripsi nya sederhana dan template banget, saya malah membuatnya menjadi romantis.
Mungkin karena Lembar Persembahan Skripsi saya yang ala-ala anak senja inilah yang membuat saya sering di cie-ciein sama teman. Tapi nggak masalah sih. Namanya juga hidup. Kadang kitanya udah capek banget baru pulang kerja, do'i malah sempat-sempatnya bertanya "Kalau aku berubah jadi cacing, kamu masih sayang nggak sama aku?"
PERSEMBAHAN
"KARENA SETIAP LANGKAH KECIL DALAM PERJUANGAN INI ADALAH BENTUK CINTA DAN SETIAP TETES PELUH ADALAH BUKTI BAHWA AKU PERNAH BERMIMPI”
DENGAN PENUH SYUKUR DAN CINTA, KUPERSEMBAHKAN KARYA SEDERHANA INI UNTUK :
AYAH, IBU DAN SAUDARA-SAUDARAKU
YANG DOANYA SELALU MENJADI PELITA DI GELAP MALAM PERJUANGAN. CINTA DAN PENGORBANAN KALIAN ADALAH BAHAN BAKAR DARI SETIAP KEBERHASILANKU.
SESEORANG YANG DIAM-DIAM KUSEBUT DALAM DOA
TERIMA KASIH UNTUK HADIR SEBAGAI SEMANGAT YANG TAK PERNAH PADAM, MESKI JARAK DAN WAKTU TAK SELALU BERPIHAK. NAMAMU MUNGKIN TAK TERTULIS DI LEMBAR INI, TAPI JEJAKMU ADA DI SETIAP PARAGRAF YANG KUTULIS DENGAN HATI.
DIRIKU SENDIRI
INI BUKAN TENTANG KESEMPURNAAN, INI TENTANG KEBERANIAN UNTUK MENYELESAIKAN APA YANG TELAH DIMULAI.
SAHABAT-SAHABAT SEPERJUANGAN
UNTUK TAWA YANG TULUS DAN PELUKAN SAAT DUNIA TERASA TERLALU SUNYI. KITA TIDAK HANYA SALING MEMBANTU MENAKLUKKAN SKRIPSI, TAPI JUGA BELAJAR TUMBUH BERSAMA.
Jadi kalimat di paragraf tersebut merujuk kepada seseorang yang menemani saya dalam proses penyusunan laporan skripsi. Dia cewek yang cantik, mandiri dan juga sangat tenang. Sampai-sampai saya bilang dalam hati "Di kehidupan yang hanya satu kali ini, rasanya nggak adil sekali jika tidak bisa menikah dengan cewek setenang ini"
Lalu namanya kenapa tidak disebut dalam lembar persembahan ini? Iya, nggak ada alasan khusus. Saya lebih suka menyebut namanya di dalam do'a saat sujud terakhir. Do'a di dalam sujud itu indah. Kita berbisik di bumi, tapi terdengarnya sampai ke langit.
FYI, teman saya Susanti juga cukup kagum ketika membaca isi Lembar Persembahan Skripsi saya. Selama berteman hampir 18 tahun, mungkin Susanti tidak pernah menduga kalau teman baiknya ini punya bakat menjadi seorang PUJANGGA 🙈
0 Response to "Lembar Persembahan Skripsi Paling Romantis"
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar terkait tulisan di atas. Gunakan bahasa yang baik dan sopan. Terima kasih!