(Jangan) Panggil Aku Pangeran

Terkadang saya senyum-senyum sendiri kalau mendengar ada orang yang nama aslinya lain tapi nama panggilannya lain. Kayak nggak nyambung gitu. 

Misalnya teman saya. Nama aslinya cukup bagus, Zulfikar. Nama salah satu pedang Nabi Muhammad SAW yang terkenal paling mematikan. Tapi karena sering bikin kesal masyarakat, dia di panggil Nyawak. 

Ada lagi teman saya yang namanya Syukur Nikmat tapi di panggil Ukot. Nggak nyambung banget kan 😆

Kalau saya, untung saja tidak pernah di panggil dengan nama yang aneh-aneh. Walaupun demikian, saya mempunyai nama panggilan yang cukup banyak. 

Awalnya saya merasa aneh. Sebab di panggil dengan banyak nama panggilan. Tidak seragam aja gitu. Tapi makin kesini, saya semakin terbiasa. Bahkan, saya bersyukur. Dengan banyaknya nama panggilan, saya jadi bisa memilah, mereka itu siapa saja dan apa kontribusinya di hidup saya #Eeaaa
 
(Jangan) Panggil Aku Pangeran
 
Di bawah ini beberapa nama panggilan yang pernah di alamatkan buat saya :

1. Mamat
Orang di kampung saya, teman sekolah dan teman kerja biasa memanggil saya Mamat Alkatiri. Ini nama panggilan yang paling umum buat saya.

2. Boy
Teman saya memancing selalu memanggil saya Boy. Tidak tahu pasti apa alasan dia memanggil saya seperti itu. Yang pasti, saat di panggil Boy, saya merasa sama kerennya kayak Stefan William yang berperan sebagai Boy dalam sinetron Anak Jalanan. 

3. Al atau Alfi
Bengkel langganan saya service motor selalu memanggil saya Al atau Alfi. Singkatan dari nama belakang saya, Al Firouz. 

4. Hatim
Orang-orang baru yang pertama kali ketemu dan membaca nama saya, selalu memanggil dengan nama tengah saya, yakni Hatim. 

5. Sayang
Nama panggilan dari beberapa orang wanita yang pernah khilaf mencintai saya. Atau dari wanita yang dulu pernah bilang "kamu janji ya jangan pernah tinggalin aku" Eh, ujung-ujungnya malah dia yang ninggalin 🥲

6. Pangeran
Mungkin yang sedang membaca tulisan ini beranggapan kalau saya bercanda. Tapi serius, saya sering di panggil pangeran. Bahkan sampai sekarang. 

Jadi ceritanya begini, waktu kuliah di Politeknik Negeri Bengkalis (2009 s/d 2012) teman saya yang namanya Sinta Belila selalu memanggil saya Pangeran. Lambat laun teman-teman saya ada 4 atau 5 orang jadi ikut-ikutan memanggil saya pangeran. Bahkan, ada 1 cewek yang pernah bilang "Aku tidak peduli kamu pangeran beneran atau bukan. Tapi yang pasti, kamu telah menjadi pangeran di hati aku" 😁

Kalau dulu saya senang-senang saja di panggil pangeran. Kelihatan sangat keren dan berwibawa. Tapi sekarang, nggak lagi. Itu semua berawal dari lirik lagu yang membuat saya jadi takut. Liriknya seperti ini "Janganlah mau di sanjung-sanjung // Engkau di gelar manusia agung // Sadarlah diri tahu di untung // Sebelum masa keranda di usung"

Seremmm kan? Jadi (Jangan) Panggil Aku Pangeran 😉

0 Response to "(Jangan) Panggil Aku Pangeran"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar terkait tulisan di atas. Gunakan bahasa yang baik dan sopan. Terima kasih!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel