Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mimpi Bertemu Alm. Bambang Armayuda

Tulisan ini seharusnya saya terbitkan 3 tahun yang lalu. Sebab saya mengalami mimpi tersebut tepat di bulan Ramadhan tahun 2023. Tapi tulisan yang sudah saya ketik lebih kurang 25% ini hanya tersimpan sebagai draft

Tadi ketika saya iseng scroll postingan blog ini dari atas sampai kebawah, saya melihat ada belasan draft tulisan yang belum sempat saya terbitkan. Salah satunya adalah tulisan ini. Jadi kalau nanti teman-teman melihat tulisan yang baru terbit tapi apa yang saya bahas kayak moment nya sudah jauh terlewati gitu, berarti itu adalah tulisan dari draft yang baru berhasil saya selesaikan.

Jadi, waktu saya duduk di bangku SMA Negeri 3 Bengkalis (2006 s/d 2009) yang lalu, saya punya seorang teman baik yang namanya Bambang Armayuda. Walau tidak pernah jadi teman sekelas, tapi ada beberapa moment yang membuat kami berdua menjadi akrab.

1. Sama-sama pengguna N-Gage QD

Waktu SMA, saya dan Bambang sama-sama pengguna Hp N-Gage QD. Walau Hp besutan Nokia ini tidak memiliki kamera tapi peminatnya cukup ramai. Salah satu alasannya karena Hp ini 'Gaming' abis di masanya.

Saya sering sharing game sama Bambang. Entah itu game Asphalt: Urban GT, Splinter Cell: Team Stealth Action, FIFA 2004/2005 ataupun WWE SmackDown. Biasanya kami saling berbagi game saat jam istirahat. Cara berbagi game ini terbilang cukup sederhana. 
  • Buat folder baru di Fileman sesuai nama game yang mau di copy.
  • Kirim semua file-file pendukung lewat Bluetooth.
  • Letakkan file-file yang telah di terima kedalam folder baru tadi.
  • Selesai
Jarak efektif Bluetooth itukan cuma 10 meteran. Kalau jauh, pengiriman file nya pasti lemot atau bahkan terputus. Nah, kalau game yang di sharing ukurannya besar dan waktu istirahat tidak cukup untuk menyalinnya, Bambang selalu membawa Hp saya ke kelasnya. Nanti setelah pulang sekolah baru dia kembalikan lagi.

2. Kreatif

Selain jago menari dan pementasan drama, Bambang ini orangnya benar-benar kreatif. Saya baru tahu ketika Bu Martini yang merupakan wali kelas sekaligus guru kesenian saya meminta untuk di panggilkan Bambang Armayuda.

Waktu itu sekolah kami akan mengikuti acara pawai dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Bengkalis. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pawai yang diikuti oleh sekolah-sekolah terdekat yang ada di pusat kota ini selalu mengadakan perlombaan sepeda hias.

Hari itu kami dapat tugas untuk membuat sepeda hias. Tapi kami bingung mau di hias seperti apa sepedanya biar terlihat unik dan tampil beda. Ketika kami kebingungan, Bu Martini tiba-tiba datang. Setelah mengetahui apa kendalanya, Bu Martini meminta saya memanggil Bambang Armayuda.

Tak pakai lama setelah Bambang datang, dia langsung bisa mencairkan suasana dengan ide kreatifnya. Dia memberi saran untuk menghias sepeda membentuk gambar Belalang dan Kupu-Kupu. Walau pun kami sempat ragu, tapi Bu Martini yang sudah mengenal Bambang lebih lama di bandingkan kami semua langsung mengeksekusi ide tersebut tanpa ragu.

Hasilnya cukup menakjubkan. Sepeda hias dengan gambar Belalang dan Kupu-Kupu benar-benar jadi dan siap mengikuti pawai hari jadi Kota Bengkalis.

3. Aktif di Rohis

Setelah terpilih jadi Ketua OSIS, salah satu program yang saya canangkan sebelumnya adalah memperbesar jangkauan Rohis dengan cara menambah anggota baru. Bagi yang belum tahu, Rohis (Rohani Islam) adalah organisasi ekstrakurikuler di tingkat SMP/SMA/SMK yang bertujuan memperdalam ajaran Islam, memperkuat iman dan membentuk karakter mulia peserta didik. Di bawah naungan OSIS/sekolah, Rohis mewadahi kegiatan dakwah, pengajian, seni Islam (hadroh) dan memakmurkan masjid sekolah.

Saya, Bambang dan banyak teman yang lain tergabung dalam organisasi ini. Setiap Jum'at sore sekitar pukul 14.30 WIB kami selalu mengadakan pertemuan di Mesjid Sekolah. Pertemuan ini di isi dengan pengajian, dakwah singkat serta diskusi keagamaan lainnya.

Karena Bambang tidak punya sepeda, saya selalu menjemputnya dirumah ketika mau pergi ke acara Rohis. Jadinya kami bonceng berdua. Saya bonceng Bambang di depan sebab sepeda saya tidak ada boncengan belakangnya kayak sepeda cewek. Kadang saya selalu bilang begini sama Bambang "Jangan terlalu dekat dengan hidung aku, Mbang. Kepalamu bau kemenyan".

Mendengar itu Bambang langsung menggoyang-goyangkan sepeda saya karena kesal. Untung saya mantan pembalap kampung yang selalu melarikan sepeda kargo Bapak. Kalau tidak sudah lama kami berdua nyungsep ke selokan.

Mimpi Bertemu Alm. Bambang Armayuda

Setelah tamat SMA di tahun 2009 yang lalu, saya hanya ketemu 3 kali dengan Bambang Armayuda. Pertama, waktu daftar kuliah di LP3I Pekanbaru. Kedua, waktu ikut test CPNS di Selat Panjang. Ketiga, waktu ban motor saya bocor di Tameran.

1. Daftar Kuliah di LP3I Pekanbaru

Setelah tamat SMA, saya dan Bambang Armayuda memutuskan untuk melanjutkan kuliah di LP3I Pekanbaru. Di hari yang telah di tentukan, kami berdua berangkat ke Kota Bertuah untuk melakukan pendaftaran. Kami berangkat bareng satu travel dengan kakak saya dan teman kuliahnya. Waktu itu kakak saya masih kuliah di Universitas Lancang Kuning.

Kami menginap di Mess Pemda Bengkalis yang ada di Kota Pekanbaru. Besoknya saya dan Bambang pergi ke kampus LP3I untuk melakukan pendaftaran dan melaksanakan ujian masuk.

Karena jarak penginapan dan kampus LP3I lumayan jauh, kami putuskan untuk mencari kendaraan. Awalnya saya fikir Bambang akan mencari ojek atau minimal angkot biar bisa menekan biaya. Tapi yang datang malah mobil pribadi.

Di situ saya mulai kefikiran "Jangan-jangan Bambang ini adalah CEO yang menyamar".

Belum sempat saya bertanya apa-apa, Bambang sudah menarik tangan saya agar cepat masuk. Di dalam mobil saya cuma diam. Bukan, saya bukan diam karena menahan BAB tapi memikirkan berapa ongkos yang harus saya keluarkan.

Kalau di tanya kenapa tidak naik Gojek atau Maxim saja agar lebih murah, jawabannya karena di tahun 2009 kedua transportasi tersebut belum ada. Di tahun tersebut orang pergi kemana-mana masih menggunakan kuda. Sedangkan keluarga kaya lebih memilih menggunakan UFO 😬

Seperti yang saya tebak, ongkos mobil pribadi ini lumayan mahal. Satu orang kena Rp. 40.000. Di tahun 2009, Rp. 40.000 itu sudah terhitung cukup besar.

Keluar dari mobil, saya langsung keplak kepala Bambang. Saya bilang "Lain kali jangan coba-coba nelfon mobil pribadi lagi. Kalau kemana-mana naik mobil seperti tadi, alamat malam nanti kita berdua terpaksa mencari sisa makanan di tong sampah kayak gembel".

Bambang cuma cengengesan. Ngeselin memang.

Setelah mendaftar kuliah, kami berdua langsung mengikuti ujian masuk. Soal-soal yang harus kami jawab tidak terlalu sulit. Cuma butuh lebih kurang 20 menit, semua soal bisa kami jawab dengan baik.

Dua hari kemudian pengumumannya keluar. Kami berdua lulus. Tapi karena satu atau lebih alasan, Bambang memutuskan untuk batal kuliah. Saya rencananya mau lanjut seorang diri. Tapi karena cuaca dan air di Pekanbaru tidak cocok dengan kulit saya (muncul bintik-bintik merah seperti campak), saya putuskan untuk pulang ke Bengkalis dan kuliah di Politeknik Negeri Bengkalis.

2. Test CPNS di Selat Panjang

Saat saya kuliah semester 1 di Politeknik Negeri Bengkalis, orangtua saya menyuruh saya ikut test CPNS di Selat Panjang. Sebenarnya saya nggak mau ikut karena pengen fokus kuliah saja. Tapi demi orang tua, akhirnya saya ikut juga.

Di Selat Panjang saya menginap di rumah teman kakak saya yang ada di Desa Banglas Barat. Kebetulan lokasi test nya di salah satu SD yang ada di desa tersebut. Tidak terlalu jauh. Bisa jalan kaki pergi ke lokasi.

Sore harinya ketika saya santai main Hp dalam kamar. Tiba-tiba Bambang nelfon. Awalnya saya fikir Bambang cuma mau nanya kabar. Tapi ternyata dia kehabisan uang, hampir di usir dari wisma tempat dia menginap dan jadi gembel di kota orang 🤣

Tanpa sepengetahuan saya, ternyata Bambang juga ikut test CPNS di Selat Panjang. Cuma tempat test nya beda dengan saya. Memang setelah gagal kuliah di LP3I Pekanbaru, kami berdua jarang komunikasi. Sibuk dengan urusan masing-masing. Bambang sibuk kerja dan saya sibuk menolak cewek-cewek yang mengejar saya kuliah.

Bambang menginap di salah satu wisma di Selat Panjang. Malam kedua dia tidak bisa nginap lagi di tempat tersebut. Uang yang dia bawa dari rumah tidak cukup.

Saya berinisiatif minta izin sama teman kakak saya untuk mengajak Bambang menginap di situ. Setelah mendapatkan izin, saya langsung telfon Bambang dan  mengirimkan alamat lengkapnya.

Tidak lama kemudian Bambang datang di antar sama ojek. Begitu Bambang sampai, saya yang tidak bisa menahan diri langsung tertawa sekuat-kuatnya. 

Saya membayangkan Bambang di usir dari penginapan karena tak sanggup bayar dan luntang lantung di kota orang.

BENAR-BENAR DRAMATIS 😬

3. Ban Bocor di Tameran

Waktu kuliah semester 1 & 2, saya ngulang dari rumah yang jaraknya lebih kurang 25 KM. Motor yang saya pakai adalah Pesona 5. Itu yang membuat cewek-cewek kampus terpesona. Bahkan ada yang pakai acara kerasukan segala.

Nah, satu hari ketika saya pulang kuliah, ban motor saya tiba-tiba bocor di Tameran. Untungnya pas kejadian ban bocor tersebut, posisi saya tidak jauh dari bengkel.

Tanpa basa-basi saya langsung singgah ke bengkel dan mengganti ban dalamnya. Belum lama saya duduk menunggu ban selesai di ganti, tiba-tiba dari belakang saya ada suara berat kayak Tong Dalang yang membentak.

"Woiii" 

Saya yang terkejut langsung saja menoleh ke belakang. Dan ternyata di belakang saya sudah ada Bambang Armayuda yang berdiri dengan senyumnya yang masih tetap ngeselin.

Setelah berjabat tangan, saya langsung tanya-tanya kayak wartawan. Bambang bilang untuk sementara dia hidup berpindah-pindah. Bukan, bukan karena di kejar-kejar Debt Collector tapi karena mengikut ayahnya yang bekerja layaknya seorang duta. Pindah dari satu tempat ketempat yang lain. Kemaren waktu SMA dia tinggal di Wonosari dan sekarang tinggal di Tameran untuk sementara waktu.

Seingat saya, itulah terakhir kali saya jumpa langsung dengan Bambang Armayuda. Setelah tamat kuliah 2012, saya sibuk mencari kerja. Lambat laun membuat kami berdua lost contact.

Lompat ke tahun 2020.

Akhir tahun 2020 saya dapat info kalau Bambang Armayuda meninggal. Bambang meninggal hari Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 02.25 dinihari. Dan saya baru tahu setelah 2 bulan lebih Bambang meninggal 🥹

Beberapa teman saya bilang kalau Bambang sudah lama mengidap penyakit. Saya lupa nama penyakitnya apa. Yang pasti sudah beberapa kali Bambang masuk rumah sakit. Sempat juga buka donasi untuk pengobatan. Dan dalam sakit yang semakin hari semakin parah tersebut, Bambang tetap menabung sedikit demi sedikit untuk modal nikah. Tapi takdir berkehendak lain. Bambang meninggal di usia yang masih tergolong sangat muda.

***

Nah, di bulan Ramadhan 2023 kemaren saya mimpi bertemu Bambang Armayuda. Dalam mimpi tersebut, Bambang terlihat gagah dengan muka berseri-seri.

Dia datang ke rumah saya mau minta izin untuk mengajak adik saya kerja di Malaysia. Dia bilang mau mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk modal nikah. Kerja ditempat sekarang hanya cukup buat makan. Nggak ada sisa untuk sekedar ditabung ataupun apa.

Dalam mimpi tersebut, emak saya terlihat berat hati mengizinkan adik saya untuk pergi bersama Bambang. Saya yang memahami kegelisahan emak langsung saja bilang "Emak tidak perlu khawatir. Bambang itu teman baik aku. Lagian Bambang bisa masak. Jadi, adik bakal aman kalau ikut dia".

Belum sempat emak menjawab, tiba-tiba saya terbangun. Saya baru ingat kalau Bambang sudah meninggal lebih kurang 3 tahun lamanya. Langsung saja saya Istighfar. Kemudian saya kirimkan Al Fatihah untuk Almarhum Bambang Armayuda.

Semoga Almarhum ditempatkan ditempat terbaik di sisi Allah SWT. Bambang ini anak yang sangat baik. Insyaallah dia akan tenang disana.


Posting Komentar untuk "Mimpi Bertemu Alm. Bambang Armayuda"